Sabtu, 14 Juni 2008

Penyakit Akibat Kerja

Penyakit Akibat Kerja

Definisi

Penyakit Akibat Kerja adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan, alat kerja, bahan, proses maupun lingkungan kerja. Dengan demikian Penyakit Akibat Kerja merupakan penyakit yang artifisial atau man made disease.

WHO membedakan empat kategori Penyakit Akibat Kerja :

1. Penyakit yang hanya disebabkan oleh pekerjaan, misalnya Pneumoconiosis.

2. Penyakit yang salah satu penyebabnya adalah pekerjaan, misalnya Karsinoma Bronkhogenik.

3. Penyakit dengan pekerjaan merupakan salah satu penyebab di antara faktor-faktor penyebab lainnya, misalnya Bronkhitis khronis.

4. Penyakit dimana pekerjaan memperberat suatu kondisi yang sudah ada sebelumnya, misalnya asma.

FAKTOR PENYEBAB

Faktor penyebab Penyakit Akibat Kerja sangat banyak, tergantung pada bahan yang digunakan dalam proses kerja, lingkungan kerja ataupun cara kerja, sehingga tidak mungkin disebutkan satu per satu. Pada umumnya faktor penyebab dapat dikelompokkan dalam 5 golongan:

1. Golongan fisik : suara (bising), radiasi, suhu (panas/dingin), tekanan yang sangat tinggi, vibrasi, penerangan lampu yang kurang baik.

2. Golongan kimiawi : bahan kimiawi yang digunakan dalam proses kerja, maupun yang terdapat dalam lingkungan kerja, dapat berbentuk debu, uap, gas, larutan, awan atau kabut.

3. Golongan biologis : bakteri, virus atau jamur

4. Golongan fisiologis : biasanya disebabkan oleh penataan tempat kerja dan cara kerja

5. Golongan psikososial : lingkungan kerja yang mengakibatkan stress.

DIAGNOSIS PENYAKIT AKIBAT KERJA

Untuk dapat mendiagnosis Penyakit Akibat Kerja pada individu perlu dilakukan suatu pendekatan sistematis untuk mendapatkan informasi yang diperlukan dan menginterpretasinya secara tepat.

Pendekatan tersebut dapat disusun menjadi 7 langkah yang dapat digunakan sebagai pedoman:

1. Tentukan Diagnosis klinisnya

Diagnosis klinis harus dapat ditegakkan terlebih dahulu, dengan memanfaatkan fasilitas-fasilitas penunjang yang ada, seperti umumnya dilakukan untuk mendiagnosis suatu penyakit. Setelah diagnosis klinik ditegakkan baru dapat dipikirkan lebih lanjut apakah penyakit tersebut berhubungan dengan pekerjaan atau tidak.

2. Tentukan pajanan yang dialami oleh tenaga kerja selama ini

Pengetahuan mengenai pajanan yang dialami oleh seorang tenaga kerja adalah esensial untuk dapat menghubungkan suatu penyakit dengan pekerjaannya. Untuk ini perlu dilakukan anamnesis mengenai riwayat pekerjaannya secara cermat dan teliti, yang mencakup:

- Penjelasan mengenai semua pekerjaan yang telah dilakukan oleh penderita secara khronologis

- Lamanya melakukan masing-masing pekerjaan

- Bahan yang diproduksi

- Materi (bahan baku) yang digunakan

- Jumlah pajanannya

- Pemakaian alat perlindungan diri (masker)

- Pola waktu terjadinya gejala

- Informasi mengenai tenaga kerja lain (apakah ada yang mengalami gejala serupa)

- Informasi tertulis yang ada mengenai bahan-bahan yang digunakan (MSDS, label, dan sebagainya)

3. Tentukan apakah pajanan tersebut memang dapat menyebabkan penyakit tersebut

Apakah terdapat bukti-bukti ilmiah dalam kepustakaan yang mendukung pendapat bahwa pajanan yang dialami menyebabkan penyakit yang diderita. Jika dalam kepustakaan tidak ditemukan adanya dasar ilmiah yang menyatakan hal tersebut di atas, maka tidak dapat ditegakkan diagnosa penyakit akibat kerja. Jika dalam kepustakaan ada yang mendukung,

perlu dipelajari lebih lanjut secara khusus mengenai pajanan sehingga dapat menyebabkan penyakit yang diderita (konsentrasi, jumlah, lama, dan sebagainya).

4. Tentukan apakah jumlah pajanan yang dialami cukup besar untuk dapat mengakibatkan penyakit tersebut.

Jika penyakit yang diderita hanya dapat terjadi pada keadaan pajanan tertentu, maka pajanan yang dialami pasien di tempat kerja menjadi penting untuk diteliti lebih lanjut dan membandingkannya dengan kepustakaan yang ada untuk dapat menentukan diagnosis penyakit akibat kerja.

5. Tentukan apakah ada faktor-faktor lain yang mungkin dapat mempengaruhi

Apakah ada keterangan dari riwayat penyakit maupun riwayat pekerjaannya, yang dapat mengubah keadaan pajanannya, misalnya penggunaan APD, riwayat adanya pajanan serupa sebelumnya sehingga risikonya meningkat. Apakah pasien mempunyai riwayat kesehatan (riwayat keluarga) yang mengakibatkan penderita lebih rentan/lebih sensitif terhadap pajanan yang dialami.

6. Cari adanya kemungkinan lain yang dapat merupakan penyebab penyakit

Apakah ada faktor lain yang dapat merupakan penyebab penyakit? Apakah penderita mengalami pajanan lain yang diketahui dapat merupakan penyebab penyakit. Meskipun demikian, adanya penyebab lain tidak selalu dapat digunakan untuk menyingkirkan penyebab di tempat kerja.

7. Buat keputusan apakah penyakit tersebut disebabkan oleh pekerjaannya

Sesudah menerapkan ke enam langkah di atas perlu dibuat suatu keputusan berdasarkan informasi yang telah didapat yang memiliki dasar ilmiah. Seperti telah disebutkan sebelumnya, tidak selalu pekerjaan merupakan penyebab langsung suatu penyakit, kadang-kadang pekerjaan hanya memperberat suatu kondisi yang telah ada sebelumnya. Hal ini perlu dibedakan pada waktu menegakkan diagnosis. Suatu pekerjaan/pajanan dinyatakan sebagai penyebab suatu penyakit apabila tanpa melakukan pekerjaan atau tanpa adanya pajanan tertentu, pasien tidak akan menderita penyakit tersebut pada saat ini.

Sedangkan pekerjaan dinyatakan memperberat suatu keadaan apabila penyakit telah ada atau timbul pada waktu yang sama tanpa tergantung pekerjaannya, tetapi pekerjaannya/pajanannya memperberat/mempercepat timbulnya penyakit.



Dari uraian di atas dapat dimengerti bahwa untuk menegakkan diagnosis Penyakit Akibat Kerja diperlukan pengetahuan yang spesifik, tersedianya berbagai informasi yang didapat

baik dari pemeriksaan klinis pasien, pemeriksaan lingkungan di tempat kerja (bila memungkinkan) dan data epidemiologis.

PENUTUP

Penegakan diagnosis Penyakit Akibat Kerja masih merupakan masalah di Indonesia. Diperlukan minat dan pengetahuan yang khusus untuk dapat menegakkan diagnosis Penyakit Akibat Kerja. Untuk mengatasi masalah tersebut, selain perlu ditingkatkan pendidikan bagi dokter dalam bidang kedokteran kerja, juga perlu dikembangkan suatu sistem rujukan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Dikembangkannya klinik-klinik Kedokteran Kerja di Indonesia dapat membantu permasalahan yang dihadapi.

Sumber : safety4abipraya.wordpress.com

Sukses Menjadi Konsultan Kesehatan Bersama Farida Ningsih Seorang Leader Melilea Konsultan Call: 021-73888872
Bisnis Organik Konsultasi Kesehatan Tips Hidup Sehat Melilea

Kamis, 12 Juni 2008

Penyakit Mematikan KeTiga di Indonesia

Penyakit Mematikan KeTiga di Indonesia

Penyakit kanker tenyata merupakan urutan nomor tiga yang mematika di Indonesia. Selain dalam pengobatanya memerlukan biaya yang cukup besar dan banyak penyebab terjadinya kanker juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan faktor genetik. Faktor lingkungan itu seperti, rokok, alkohol, radiasi, bahan kimia, pola makan yang sembarangan. Kanker merupakan penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan jaringan yang tidak terkontrol dalam tubuh manusia. Penyakit Kanker yang disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh yang tidak normal, sel kanker ini sangat cepat pertumbuhannya, tidak terkendali dan akan terus membela diri dan menyusup kejaringan sekitarnya dan menyerang organ-organ penting serta saraf tlang belakang.


Angka kematian yang terjadi seitar 5-20% merukan salah satu yang menyebabkan kematian setelah penyakit stroke dan jantung. Jadi perjuangan bagi penderita penyakit kanker ini tidak pernah berhenti,sejak tahun 2000 samapai sekarang. Dari negara china sudah tercantum pengobatan terhadap kanker, tapi karena teknologi belum canggih sehingga pengobatan terjadi secara proses panjang dan sulit. Karena china meracik obat tersebut berdasarkan kanker yang diserang. Tapi jangan salah malah dari china banyak ramuan china yang berkahasiat bisa menyembuhkan atau mengurangi rasa sakit terhadap serangan kanker. Dan meningkatkan daya tahan tubuh atau memperpanjang usia penderita penyakit kanker.


Penyakit kanker menjadi masalah kesehatan global karena angkah kematiannya sangat tinggi, namu bila diketahui sejak dini kanker dapat ditangani secara bertahap, tapi kalau sudah pada tahap tinggi disinilah sulitnya buat mengatasinya karena kanker sudaj berkembang biak terlalu jauh dan sukar ditangani. Dan bukan sipenderita kanker saja yang menderita tapi keluarga yang terdekat disekitarnya karena melihat dalam kondisi yang tidak kuat. Jadi mulai sekarang sayangilah tubuh anda dan rawatlah serta control makanan yang anda komsumsi. Jangan sampai anda menyesal di kemudian hari. Tidak ada salahnya sekali 6bulan atau 1tahun anda mengkontrol atau mengecek kesehatan anda. Apabila terjadi sesuatu anda bisa menaganinya sejak dini.

Sumber : 8l8.blogspot.com

Sukses Menjadi Konsultan Kesehatan Bersama Farida Ningsih Seorang Leader Melilea Konsultan Call: 021-73888872
Bisnis Organik Konsultasi Kesehatan Tips Hidup Sehat Melilea

Selasa, 10 Juni 2008

Batuk dan Pilek Ser Penyakit Balita

Batuk dan Pilek Ser Penyakit Balita

Batuk pilek adalah infeksi saluran pernafasan atas yang sering terjadi, dan bukan merupakan keadaan fatal bila tidak ada komplikasi infeksi.

Hampir semua orang pernah mengalami batuk pilek (apalagi balita), hingga beberapa kali setiap tahunnya. Serangan batuk pilek pada orang sehat biasanya dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan dalam beberapa hari (3 - 6 hari),

Batuk pilek sangat menular dan bisa ditularkan lewat batuk, bersin, dan tangan yang tidak dicuci setelah kontak dengan cairan hidung dan mulut.

Gejala Batuk Pilek 1. Demam ringan 2. Sakit kepala 3. Batuk kering 4. Hidung tersumbat, bersin 5. Badan pegal - pegal 6. Mata berair

Penyebab Batuk Pilek Batuk pilek terutama disebabkan oleh infeksi saluran pernafasan bagian atas oleh virus demam yang terdiri dari bermacam - macam jenis virus.

Komplikasi Batuk Pilek 1. Penyebab infeksi virus kerongga telinga tengah, pita suara (laryngitis), rongga tulang muka (sinusitis), atau saluran pernafasan bagian bawah (bronkhitis). 2. Infeksi saluran sekunder

Pengobatan Batuk Pilek di rumah 1. Penderita batuk pilek harus banyak istirahat. Jangan berolahraga. 2. Penderita batuk pilek harus banyak minum. 3. Sewaktu membersihkan rongga hidung, mulut penderita batuk pilek supaya dibuka untuk mencegah cairan hidung masuk kembali ke rongga sinus dan telinga tengah. 4. Beri penderita batuk pilek uap air hangat (dari air panas dalam mangkok) untuk dihisap. Hal ini berguna untuk membasahi saluran nafas dan mencairkan cairan hidung agar lebih mudah dikeluarkan. Apabila masih sukar pada air panas dapat ditambahkan sesendok teh balsam atau minyak angin untuk melonggarkan hidung yang tersumbat serta melonggarkan jalan nafas 5. Untuk mengurangi batuk dapat diberiakn obat batuk golongan bebas (lingkaran hijau) atau obat bebas terbatas (lingkaran biru) yang banyak dijual di took atau supermarket.

Tips : Jika batuk kering gunakan obat pereda batuk, sedang untuk batuk basah (berdahak) gunakan ekspektoran (obat pelancar dahak).

Jika gejala batuk pilek tidak berkurang dalam waktu lebih dari 5 hari atau bila terjadi komplikasi segera periksa ke dokter.

Sumber : /id.articlecillin.com

Sukses Menjadi Konsultan Kesehatan Bersama Farida Ningsih Seorang Leader Melilea Konsultan Call: 021-73888872
Bisnis Organik Konsultasi Kesehatan Tips Hidup Sehat Melilea

Senin, 09 Juni 2008

Pengertian Penyakit Demam Berdarah Dengue

Pengertian Penyakit Demam Berdarah Dengue

1. Demam Berdarah Dengue (Dengue Haermornagic Fever) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti.
2. Penyakit ini terutama menyerang anak-anak yang berumur dibawah 15 tahun.
3. Biasanya penyakit ini lebih banyak didaerah perkotaan daripada pedesaan terutama didaerah yang padat penduduknya.
4. Penyakit ini sangat berbahaya, terutama jika tidak mendapat pertolongan dengan cepat, sebab dapat menimbulkan kematian.

Tanda-tanda Demam Berdarah

Diawali dengan :

- Demam yang tinggi

- Penderita tampak lemah

- Nyeri di daerah lambung

Pada hari-hari berikutnya :

- Dingin pada ujung-ujung tangan dan jari kaki

- Bintik-bintik merah dikulit

- Mimisan (Hidung Berdarah)

- Gusi berdarah

Apabila penyakitnya semakin parah diikuti dengan gejala-gejala :

- Muntah darah

- Berak darah

- Gelisah dan keringat dingin

- Pingsan

Gejala :

1. Demam mendadak selama 5 – 7 hari.
2. Timbul bintik-bintik merah di lengan, kaki dan badan.
3. Keluar darah dari hidung dan mulut
4. Sakit didaerah perut
5. Kalau sudah berat, buang air besar dan muntah bercampur darah.

Penyebabnya

Demam berdarah dengue (DBD) disebabkan oleh sejenis kuman yang sangat kecil dan tidak dapat dilihat dengan mata.

Kuman tersebut banyak terdapat disekeliling kita.

Cara penularannya

Kuman demam berdarah dengue hanya dapat masuk kedalam tubuh kita melalui gigitan nyamuk demam berdarah.

Jadi………. Walaupun kuman tersebut banyak disekeliling kita, ia tidak akan membahayakan jika tidak ada nyamuk demam berdarah.

Ciri-ciri nyamuk penular demam berdarah

- Badannya kecil

- Warnanya hitam dengan belang-belang putih

- Kalau hinggap, badannya mendatar

- Hidup dirumah dan sekitarnya

- Suka ditempat yang terlindungi sinar matahari seperti pakaian yang bergantungan

- Bersarang ditempat tempat penampungan air dan tempat –tempat yang berisi air jernih didalam rumah dan pekarangan.

- Jarak terbangnya kurang dari 100 meter

- Senang menggigit manusia.

Sumber : sobatbaru.blogspot.com

Sukses Menjadi Konsultan Kesehatan Bersama Farida Ningsih Seorang Leader Melilea Konsultan Call: 021-73888872
Bisnis Organik Konsultasi Kesehatan Tips Hidup Sehat Melilea

Senin, 02 Juni 2008

Awas Penyakit Menular Dari Satwa Liar

Awas Penyakit Menular Dari Satwa Liar

Hepatitis

Di seluruh dunia diperkirakan 2 milyar manusia telah terinfeksi penyakit hepatitis. Dua juta orang meninggal tiap tahunnya atau tiap menitnya ada 4 orang meninggal akibat kasus penyakit tersebut. Kecepatan penularan penyakit hepatitis 4 kali lebih cepat dari penyakit HIV. Penularan penularan penyakit hepatitis ini melalui aliran darah, plasenta bayi bagi ibu yang mengandung serta cairan tubuh seperti sperma, vagina, dan air liur.

Orang yang terkena hepatitis, hatinya akan rusak. Perutnya tampak membesar, muntah, diare dan kulit berwarna kekuningan. Fungsi hati yang menyaring racun telah hancur oleh virus ini, akibatnya kematian mengancam penderita hepatitis.

Satwa primata (bangsa kera dan monyet) dapat menularkan penyakit hepatitis melalui gigitan atau cakaran. Hati-hati memelihara primata, karena barangkali primata itu terinveksi hepatitis dan sekali dia menggigit anda maka anda berisiko tertular hepatitis.

Tuberculosa (TBC)

TBC adalah penyakit yang menyebabkan kematian terbesar kedua di Indonesia. Gejala yang ditimbulkan antara lain gangguan pernafasan seperti sesak nafas, batuk sampai berdarah, badan tampak kurus kering dan lemah. Penularan penyakit ini sangat cepat karena ditularkan melalui saluran pernafasan.

Selain manusia satwapun dapat terinfeksi dan menularkan penyakit TBC melalui kotorannya. Jika kotoran satwa yang terinveksi itu terhirup oleh manusia maka membuka peluang manusia akan terinveksi juga penyakit TBC. Penyakit Tuberculosis bersifat menahun atau berjalan kronis, sehingga gejala klinisnya baru muncul jika sudah parah.

Satwa yang punya potensi besar menularkan penyakit TBC ke manusia adalah primata, misalnya orangutan, owa dan siamang.

R Rabies

Penyakit mematikan yang disebabkan oleh virus ini dikenal juga sebagai penyakit anjing gila. Penyakit yang menyerang susunan syaraf pusat ini dapat ditularkan ke manusia lewat gigitan satwa. Kasus gigitan hewan penyebar rabies adalah anjing (90%), kucing (3%), kera (3%) dan satwa lain (1%).

Gejala yang ditimbulkan bila terinfeksi rabies pertama-tama adalah tingkah laku yang abnormal dan sangat sensitif (mudah marah), kelumpuhan dan kekejangan pada anggota gerak. Penderita akan mati karena kesulitan untuk bernafas dan menelan dalam kurun waktu 2-10 hari.

Cacing

Cacingan sering dianggap penyakit yang ringan, padahal penyebab kematian terbesar satwa dipelihara oleh manusia dalam kondisi buruk adalah penyakit ini. Stress dapat meningkatkan jumlah infeksi cacing dalam tubuh. Dengan ukuran yang sangat kecilyaitu 0,01-0,1 mm, sangat memudah bagi parasit menular ke semua satwa termasuk manusia.

Diare, badan kurus, kekurangan cairan (dehidrasi), anemia serta badan lemas merupakan gejala awal yang ditimbulkan oleh adanya infeksi cacing. Kejang-kejang pada seluruh anggota gerak, perut membesar dan keras akibat adanya timbunan gas (kembung) merupakan tanda bahwa racun telah menyebar ke seluruh tubuh. Bila tidak segera diobati maka kematian akan menjemput penderitanya.

Hampir semua satwa yang berpotensi menularkan penyakit cacingan, misalnya primata, musang, kucing, burung nuri, kakatua, dan lain-lain.

Toxoplasmosis

Penyakit ini ditakuti oleh kaum wanita karena menyebabkan kemandulan atau selalu keguguran bila mengandung. Bayi yang lahir dengan kondisi cacatpun juga dapat di sebabkan oleh penyakit ini.

Penyakit Toxoplasmosis disebarkan oleh satwa bangsa kucing, misalnya kucing hutan, harimau atau juga kucing rumahan. Penularan kepada manusia melalui empat cara yaitu: secara tidak sengaja menelan makanan atau minuman yang telah tercemar Toxoplasama, memakan makanan yang berasal dari daging yang mengandung parasit Toxopalsma dan tidak dimasak secara sempurna/setengah matang. Penularan lain adalah infeksi penyakit yang ditularkan melalui placenta bayi dalam kandungan bagi ibu yang mengandung. Cara penularan terakhir adalah melalui transfusi darah.

Psitacosis

Walaupun belum ada laporan tentang kasus penyakit Psittacosis yang diderita oleh manusia tetapi penyakit yang disebarkan oleh burung paruh bengkok (nuri dan kakatua) ini dapat menyebabkan gangguan pernafasan. Penularannya bisa lewat kotoran burung yang kemudian terhirup oleh manusia.

Gejala klinik yang ditimbulkan antara lain adalah gangguan pernafasan mulai dari sesak nafas sampai peradangan pada saluran pernafasan, diare, tremor serta kelemahan pada anggota gerak. Kondisi akan semakin parah bila penderita dalam kondisi stress dan makanan yang kekurangan gizi.

Salmonellosis

Bakteri Salmonella masuk ke tubuh penderita melalui makanan atau minuman yang tercemar bakteri ini. Akibat yang ditimbulkan bila terinfeksi bakteri Salmonella adalah peradangan pada saluran pencernaan sampai rusaknya dinding usus. Akibatnya penderita akan mengalami diare, sari makanan yang masuk dalam tubuh tidak dapat terserap dengan baik sehingga penderita akan tampak lemah dan kurus. Racun yang dihasilkan oleh bakteri Salmonella menyebabkan kerusakan otak, organ reproduksi wanita bahkan yang sedang hamilpun dapat mengalami keguguran.

Satwa yang bisa menularkan penyakit salmonella ini antara lain primata, iguana, ular, dan burung.

Leptospirosis

Penyakit yang disebabkan oleh sejenis kuman ini menyerang semua jenis satwa termasuk manusia. Organ tubuh yang paling disukai oleh kuman ini tumbuh subur adalah ginjal dan organ reproduksi. Penularan penyakit berawal dari adanya luka yang terbuka dan terkontaminasi dengan air kencing atau cairan dari organ reproduksi. Bakan makanan atau minuman yang tercemarpun dapat menyebakan infeksi masuk dalam tubuh.

Gejala yang mudah diamati bila terinfeksi penyakit ini adalah air kencing berubah menjadi merah karena ginjal penderita mengalami perdarahan. Selain itu kepala akan mengalami sakit yang luar biasa, depresi, badan lemah bahkan wanita hamil juga akan mengalami keguguran. Sampai saat ini belum ada vaksin Leptospira untuk manusia, yang tersedia hanya untuk satwa. Satwa yang bisa menularkan penyakit mengerikan ini adalah anjing, kucing, harimau, tikus, musang, jelarang dan tupai.

Herpes
Adanya pelepuhan kulit di seluruh tubuh merupakan gejala awal yang ditimbulkan bila terinfeksi virus herpes. Virus ini bisa berakibat kematian bagi bangsa primata. Manusia dapat tertular dari gigitan atau cakaran satwa yang mengandung virus tersebut. Penderita penyakit ini akan mengalami dehidrasi akibat pelepuhan kulit dan akhirnya kematian akan menjemputnya. Hati-hati jika memelihara primata seperti monyet, lutung, owa, siamang, orangutan, dan lain-lain.

Sumber : harimaujambi.blogspot.com

Sukses Menjadi Konsultan Kesehatan Bersama Farida Ningsih Seorang Leader Melilea Konsultan Call: 021-73888872
Bisnis Organik Konsultasi Kesehatan Tips Hidup Sehat Melilea

Minggu, 01 Juni 2008

80% Penyakit Manusia Berhubungan Dengan Ketidakamanan Air Minum

80% Penyakit Manusia Berhubungan Dengan Ketidakamanan Air Minum

Menurut survei WHO, bahwa 80% penyakit manusia berhubungan dengan ketidak-amanan air minum. Kepada redaksi, kepala kantor pengawas keamanan mutu air dari pusat pencegahan dan pengendalian penyakit China yakni E Xueli mengatakan, menurut jenis polutan secara garis besar dapat dibagi menjadi tiga yaitu pencemaran organisme, pencemaran anorganik dan organik.

Pencemaran organisme purbakala.

Ditilik dari sejarah, sebelum abad ke 19 pencemaran organisme adalah yang paling menakutkan dalam polusi air. Polusi-polusi yang dimaksud ini terutama adalah bakteri, tumbuhan ganggang, parasit, virus dan mikroba. Saat setelah zat air tercemar mereka, dapat menularkan berbagai penyakit, misalnya demam tifus, diare, disentri, kolera. Dalam sejarah, jutaan orang kehilangan nyawanya karena penyebaran penyakit kolera. Dan hingga hari ini, di sejumlah negara di Afrika masih kerap terancam oleh polusi organisme dalam air minum.

“Meski pun secara fundamental sebagian besar negara dewasa ini telah berhasil mengatasi pencemaran organisme, namun dalam hal ini, siapa pun tidak berani menganggap enteng, terutama harus mencegah ledakan penyakit menular.” Demikian ujar E Xueli. Di antara 37 jenis penyakit menular yang resmi di China, penyebaran melalui air saja ada 8 jenis: Kolera, hepatitis, radang zat kelabu sumsum tulang belakang, disentri amubawi, tifus, paratifus, leptospirosis, skistosomiasis (deman siput) dan penyakit diare menular.

Sesungguhnya, seiring dengan semakin majunya teknologi mikrobiologi dan tes analitis, sehingga pengetahuan orang-orang terhadap polusi air juga semakin dalam.
Hampir semua ahli air berpendapat, bahwa bahaya tersembunyi terbesar akan keamanan air minum berasal dari pencemaran organik. Sumber pencemaran organik dalam air minum sangat luas, meliputi pembuangan air limbah pabrik, pestisida pupuk kimia dan polusi pestisida maupun kehidupan sehari-hari manusia.

Ancaman potensial dari polutan-polutan organik ini bukan saja sangat berbahaya, namun yang paling mencemaskan adalah mereka (polutan organik) dapat menghindari pengolahan teknik pemurnian dari air ledeng konvensional, dan dengan leluasa meresap ke dalam tubuh.

Misalnya, ketika air sungai Songjiang tercemar senyawa benzena, maka perusahaan air ledeng setempat sama sekali tidak melakukan proses pemurnian terhadap zat-zat organik dalam air, sehingga dengan demikian, terjadi krisis air minum bagi jutaan penduduk setempat.

Padahal sekarang, secara teknis tidak ada masalah dalam menghadapi pencemaran organik. Peneliti dari laboratorium utama nasional mengenai mutu air lembaga ilmu pengetahuan China yakni Qiang Zhimin mengatakan, bahwa adsorpsi (penyerapan) arang aktif, saringan dan sebagainya bisa secara efektif menghilangkan polutan organik dalam air minum. Namun inti persoalannya, orang-orang terlebih dahulu harus membangun kesadaran akan eksistensi polutan-polutan iniSukses Menjadi Konsultan Kesehatan Bersama Farida Ningsih Seorang Leader Melilea Konsultan Call: 021-73888872
Bisnis Organik Konsultasi Kesehatan Tips Hidup Sehat Melilea

Tips Mencegah Batu Ginjal

Tips Mencegah Batu Ginjal

Batu ginjal, merupakan salah satu penyakit yang cukup banyak diderita. Selama 20 tahun terakhir, penderita batu ginjal semakin meningkat. Bukan saja terjadi di Amerika Serikat, demikian juga di Indonesia. Di Indonesia sendiri, batu ginjal merupakan salah satu penyebab utama terjadinya Gagal Ginjal Kronik (GGK).

Batu ginjal terutama dialami oleh mereka yang berusia antara 20 hingga 40 tahun. Walaupun lebih sering dialami oleh mereka yang berjenis kelamin pria, tapi akhir-akhir ini kecenderungan juga meningkat diantara kaum wanita. Saat satu atau dua batu terbentuk, maka akan mudah terbentuk batu lebih banyak lagi. Memang, penyakit-penyakit tertentu seperti infeksi saluran kemih, dan juga kecenderungan dalam keluarga, mempermudah seseorang untuk menderita batu ginjal. Tapi usaha pencegahan akan dapat menurunkan risiko batu ginjal.

Beberapa tips diberikan oleh the National Kidney Foundation dalam mencegah dan mengatasi terjadinya batu ginjal:

1. Banyak minum, terutama air putih. Jangan hanya minum saat kita merasa haus. Haus sebenarnya merupakan tanda bahwa tubuh kita sudah mengalami kekurangan cairan (dehidrasi).
2. Bila ditemukan gejala-gejala seperti nyeri pada daerah pinggang, disertai mual dan muntah, air seni terlihat kemerahan, lebih sering berkemih, kadang dapat disertai dengan demam, ini dapat merupakan gejala dari batu ginjal. Cepatlah periksa ke dokter.
3. Untuk mendiagnosanya, dokter biasanya melakukan pemeriksaan tambahan seperti pemeriksaan laboratorium untuk darah dan air seni, USG, atau ronsen khusus dengan IVP (Intra Venous Pielography) yang dapat melihat keadaan batu di dalam ginjal.
4. Batu yang kecil dapat keluar dengan sendirinya. Pengobatan yang lebih lanjut diperlukan jika batu tersebut berukuran besar, terjadi gangguan dalam keluarnya air seni, infeksi, perdarahan terus menerus atau bahkan kerusakan ginjal bila tidak segera diatasi.

Organ Hati
Hati adalah organ dalam kita yang terbesar. Pada orang dewasa beratnya mencapai kira-kira 1,3 kg. Terbagi atas 2 lobus, kiri dan kanan. Selain besar dalam ukuran, organ hati juga punya peranan hebat. Ia terlibat dalam proses pencernaan, berperan dalam ratusan reaksi kimiawi tubuh yang berbeda, dan juga berfungsi sebagai organ penyimpan.

Fungsi utama hati adalah mengumpulkan darah dari saluran cerna melalui sirkulasi hepatik dan memasukkan berbagai substansi kimiawi tubuh ke dalamnya sebelum dialirkan kembali ke bagian tubuh lain. Substansi kimiawi tersebut dihasilkan oleh jutaan sel hati yang dikenal dengan nama hepatosit. Hepatosit memang ?terendam? dalam genangan darah yang berasal dari saluran cerna. Dengan cara itulah terjadi pertukaran substansi antara darah dan sel hati.

Fungsi organ hati belum sepenuhnya dipahami.
Beberapa fungsi dari organ tersebut ialah:

1. Pengaturan kadar gula darah
2. Metabolisme lemak
3. Metabolisme protein
4. Penyimpanan vitamin
5. Penyimpanan mineral
6. Produksi empedu
7. Detoksifikasi
8. Pendauran hormon

Diet untuk Cegah Kanker Usus
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet tahun 2003 ini memperlihatkan bahwa diet tinggi sereal, buah dan sayur mampu menurunkan risiko terjadinya kanker usus.

Penelitian ini melibatkan lebih dari 500.000 orang di sepuluh negara Eropa. Dalam penelitian ini didapatkan bahwa menggandakan konsumsi sereal, buah dan sayur di kalangan mereka yang biasanya mengkonsumsi diet rendah serat ternyata mampu menurunkan risiko kanker usus sampai hampir setengahnya. Penurunan risiko ini akan lebih baik lagi bila diikuti dengan perubahan gaya hidup seperti diet rendah lemak, mengurangi konsumsi alkohol dan juga berolahraga secara teratur serta menjaga berat badan secara baik.

Sumber : artikel-kesehatan-online.blogspot.com

Sukses Menjadi Konsultan Kesehatan Bersama Farida Ningsih Seorang Leader Melilea Konsultan Call: 021-73888872
Bisnis Organik Konsultasi Kesehatan Tips Hidup Sehat Melilea